Rabu, 10 November 2010

proposal acara

Proposal
Peringatan Hari valentine

Parade Lintas Budaya

”Kasih Sayang Untuk kehidupan”




























Diselenggarakan oleh:
Boemi rasta Surabaya
Jankis Sumbawa Ntb
Equal Bandung
Jl. Mulyorejo, surabaya-Indonesia
Cp. Daviv: 081 827 4490 atau indra : ?
Email: paradelintasbudaya@gmail.com
www.paradelintasbudaya.blogspot.com

LATAR BELAKANG
Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan, sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.
Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.
Guru ilmu Gnostisisme yang berpengaruh Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep... dalam agama Kristen yang umum. Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: "Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil "penebusan dosa" (apolytrosis) dan "tempat pelaminan.
Di Era abad pertengahan dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung).
Pada Era modern Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 - 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. (Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary".)
Hari ini pengasosiakan hari valentine mendapat makna lebih luas lagi. Hari valentine bukan hanya menjadi momentum antar pasangan hidup, tapi bagai mana hari tersebut menyayangi kehidupan dan alam sekitar, misalnya persoalan kemiskinan dan bencana alam. kita sadari bahwa beberapa hal tersebut terjadi ketimpangan karena kurang rasa sayangnya manusia terhadap kehidupan dan alam. Kemiskinan semakin banyak, karena terjadi ketimpangan sosial “yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin”. Persoalannya distribusi ekonomi yang tidak merata dan di tambah lagi pola hidup yang individualis.
Rakyat miskin bagai sibuah simalakama, semakin hari semakin bertambah banyak, tapi yang menyakitkan laporan tahunan pemerintah yang mengatakan angka kemiskinan semakin sedikit, ternyata tidak sesuai dengan fakta yang ada dilapangan. Kemiskinan bertambah banyak, berdasarkan survei sosial ekonomi nasional 2008, jumlah penduduk miskin di indonesia mencapai 35 juta jiwa.
Masalah kemiskinan menjadi masalah bersama, karena maraknya peraktek pemiskinan yang di lakukan oleh pihak-pihak tertentu, penipuan, korupsi dan lain-lain. Maka pemberdayaan masyarakat yang tidak mampu melalui seni kreatif di harapkan akan menambah sekil individu untuk berperoduksi guna meningkatkan taraf hidupnya.
Parade lintas budaya, adalah sebuah rangkaian agenda yang didalamnya terdapat workshop-workshop seni kreatif yang bertujuan untuk peningkatan sekil individu dalam menciptakan lapangan kerja yang outpunya adalah untuk mengentaskan kemiskinan. Hari kasih sayang untuk kehidupan sebuah tema yang sangat menarik sekali untuk mengkemas bagaimana hari valentine yang biasanya menjadi momentum anak muda dengan pasangannya masing-masing, tapi dalam acara ini hari valentine dikemas dalam makana yang luas yaitu kasih sayang untuk kehidupan.
OBYEKTIF
• Merupakan kegiatan yang tidak hanya memperingati hari valentine tapi sebuah upaya untuk menumbuh kembangakan kasih sayang antar sesama dan kehidupan sosial.
• Merupakan sebuah usaha pameran budaya untuk mengenalkan seni-seni kreatif antar budaya Jawa, Sunda, dan Sumbawa.
• Menyampaikan/mengkampanyekan kepada masyarakat seluas-luasnya tentang banyaknya seni kreatif negri ini yang memiliki nilai jual yang tinggi dan bisa di produksi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
• Mengolah kesadaran dan kecintaan terhadap seni dan budaya lokal dan nasional yang tidak mengadopsi dari mana pun juga. Dan memepertahankan kearifan lokal, karena kekayaan budaya nasional berada pada keberagaman budaya lokal.
• Kami percaya bahwa “Parade Lintas Budaya” merupakan salah satu media alternatif kreatif yang bisa menyuarakan seni kreatif antar budaya dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan juga meningkatkan skil kratif. Sehingga terlepas dari budaya kunsumtif.
BENTUK dan JADWAL KEGIATAN
• Bentuk acara ini adalah parade budaya. Dimana akan ada panggung utama yang akan mempertunjukkan; musik, tari, teater dll.
• Akan ada workshop-workshop; seperti: tattoo, seni cukil, gimbal, sablon, buat topeng, lukis/gambar (yang akan terbagi beberapa kelompok dan individu, juga akan kami siapkan 1 area dimana penonton juga dapat menggambar/melukis disana), juga akan ada Seni Anyaman Dari Daun Lontar.
• Kegiatan ini sebagai media kampanye kearifan lokal antar budaya, memang tidak bisa memberikan hasil yang langsung dapat dirasakan, tetapi sebagai salah satu media untuk menyuarakan tentang pentingnya melestarikan budaya lokal yang terancam di tinggalkan.
• Tema Utama Kegiatan ini adalah:
“Parade Lintas Budaya,
kasih Sayang Untuk Kehidupan”

- Parade lintas budaya untuk rakyat/umum (panggung UTAMA).
parade ini yang akan diikuti peserta dari Bandung, Jogjakarta, Bali, Sumbawa dan Surabaya juga kota-kota lain di sekitarnya.

 Panggung Seni ini akan dimulai pukul 11.30 wib - selesai.
Panggung ini akan mementaskan musik, Teater/performance art, baca puisi dan essai, orasi budaya, dll, secara bergantian.
Pengisi acara musik akan diikuti berbagai aliran: punk, reggae, pop, rock, dangdut,
 Workshop-workshop akan dimulai pada pkl 13.00 wib – 17.00 wib.
Workshop ini akan terdiri dari:
- Cukil, di workshop ini akan melibatkan penonton untuk terlibat aktif membuat karya cukil. Dari awal hingga akhir proses. Workshop ini akan di kerjakan oleh kawan-kawan dari Jogjakarta dan Surabaya.
- Lukis/gambar: akan terbagi 2 bagian/space. 1) Bagian/space dimana akan ada beberapa kawan/orang yang akan menggambar di masing-masing kanvas yang disiapkan. 2) Bagian/space dimana ada 1-2 kanvas ukuran lebih besar yang akan di gambar oleh penonton atau siapa saja yang ingin mengambar.
- Sablon, ini akan juga melibatkan penonton bagaimana cara membuat sablon. Workshop ini akan di peragakan oleh kawan-kawan komunitas Boemi Rasta dari Surabaya.
- Tatoo, akan memberikan kesempatan kepada penonton untuk mendapat kan tattoo gratis. Tattoo ini akan dikerjakan oleh kawan-kawan dari Jogjakarta.
- Topeng, ini akan diperagakan oleh kawan-kawan komunitas dari Bandung dimana topeng merupakan salah satu seni Indonesia asli yang harus terus dikembangkan dan dipertahankan.
- Seni anyaman dari daun lontar ini akan di kerjakan oleh kawan-kawan dari Sumbawa, dan melibatkan masyarakay/penonton. Akan ada banyak karya dan bentuk anyaman yang akan dibuat dari daun lontar.

• Waktu kegiatan : Minggu, 14 Februari. Pkl: 10.00 wib-selesai
• Tempat kegiatan : Taman Bungkul Surabaya.
(Panggung Seni dan workshop-workshop juga pameran akan berada dalam 1 lokasi/area)

TUJUAN KEGIATAN
• Mengkampanyekan seni kreatif dan budaya lokal yang terancam oleh gelombang globalisasi yang kemudian telah melahirkan budaya konsumtif.
• Memperkenalkan masalah-masalah kemiskinan dan perlunya perhatian bersama untuk mengatasi masalah tersebut.
• Turut serta mendorong kegiatan berkesenian yang berpihak bagi keadilan dan pengetasan kemiskinan. serta meluasnya komunitas seni budaya yang bekerja di ranah gerakan anti budaya konsumtif yang tercipata dari era globalisasi ini.
• Turut serta mendorong kegiatan berkesenian yang mampu dan secara jujur menyampaikan realitas yang ada di masyarakat Indonesia. Agar apa yang terjadi di kehidupan masyarakat Indonesia tidak lagi tersampaikan secara tidak jujur.

• Merayakan hari valentine dengan kreatif, inovatif, variatif dan kritis.

STRATEGI SOSIALISASI
Publikasi akan dilakukan secara maksimal dan dilakukan oleh team kerja.
Komponen-komponen penting dari strategi ini termasuk:
a. Parade Panggung Budaya.
b. Kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur/Surabaya, Jawa Barat/Bandung dan Nusa Tenggara Barat/sumbawa.
c. Kerjasama dengan berbagai media Lokal dan Nasional, baik cetak maupun elektronik. Juga dengan media-media komunitas seni yang ada disurabaya, bandung dan Sumbawa.
d. Pembuatan poster, leaflet/flyer, banner, kaos, stiker, emblem.
e. Blog, Mailing list dan media internet yang sekarang banyak digemari (seperti; Facebook, Blog, Twitter, dll)
TEAM PEKERJA
• Penanggung Jawab Acara/Produksi : Indra
• Ass. Acara/Produksi : Daviv zarwih
• Penanggung Jawab Keuangan : Fais
• Penanggung Jawab Media dan PubDok : Bambang
• Penanggung Jawab Artistik/Panggung : Reno
• Penanggung Jawab Workshop-workshop : Aris, Rostam efendi
• Penanggung Jawab Peserta/Pengisi Acara : Sakti, Aris, Aryatma
• Ass Peserta/Pengisi Acara : Pay, Nanang Irawan
• Penanggung Jawab Humas : Aan fiki

PESERTA PANGGUNG dan W O R K S H O P
Kami akan mengundang/mengajak kerjasama komunitas dan kelompok seni lain serta beberapa individu/lembaga yang ada di, Bandung, Surabaya,dan Sumbawa dan kota-kota sekitarnya untuk terlibat sebagai peserta panggung budaya dan workshop di hari peringatan valentine ini, di antara nya;
• Panggung Seni dan Budaya : Marginal, Kamerad dll (Jakarta), Dendang Kampungan, Gestavu, dll (Jogjakarta), Beer and Tears, dll (Bandung), Lontar, Sinner, dan sekitar 20-an band/kelompok musik dan teater lain yang akan kami undang.
• Workshop Cukil : Equal Bandung
• Workshop Lukis/Gambar : Boemi Rasta (Ternate)
• Workshop Sablon : Boemi Rasta Surabaya
• Workshop Tatto : Jekek, (Jogjakarta)
• Workshop Topeng* : Equal Bandung
• Anyaman daun lontar : Jankis Sumbawa

PENDANAAN dan KERJASAMA

Biaya ini akan diupayakan berdasarkan kerjasama dengan berbagai pihak, diharapkan antara lain:
1. Funding Agencies/Lembaga Donor
2. Kedutaan Besar/Pusat Kebudayaan Asing
3. Dinas-Dinas yang terkait
4. Strategic Partners
5. Media Partners
6. Individuals
7. Dan lain-lain







Lampiran 1:
TENTANG PENYELENGGARA

Boemi Rasta (komunitas seni disurabaya).
Boemi rasta ini bermula dari diskusi-diskusi kecil beberapa kawan di tiap kali pertemuan di sudut-sudut kota maupun di tempat tongkrongan. Diskusi dan obrolan yang sama tentang kegelisahan pada seni dan budaya Indonesia, dari tontonan di televisi yang tidak bermutu hingga tidak ada lagi budaya gotong royong di masyarakat kita, dan lain-lain yang menjadi kegelisahan bersama, kawan-kawan yang mempunyai kesamaan minat, serta visi dan misi juga melihat perkembangan budaya dan seni yang kemudian menyatukan mereka. Dan memebentuk sebuah komunitas yang di beri nama Boemi Rasta. Terbentuk pada tanggal 24 mei tahun 2007. Kumintas yang beranggotakan dengan berbagai macam umur, gender dan latar belakang ini bertujuan sebagai wadah berkesenian, Sosialisasi dan transformasi informasi; seni dan budaya Indonesia.
Boemi rasta berpendapat bahwa Manusia sebagai makhluk Tuhan yang monodualisme, berarti bahwa naluri untuk bersosial sangat tinggi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Berorganisasi sebagai kebutuhan berlandaskan kepentingan manusia sebagai wujud terciptanya interaksi kehidupan sosial yang harmonis, organisasi sebagai alat pemenuhan kebutuhan yang dalam perjalanannya memiliki sejarah metamorfosa yang begitu panjang sampai dengan hari ini bisa disebut sebagai kelahiran organisasi modern dan maju. Dan, budaya berorganisasi ini pun sudah mulai hilang. Bukan hanya berorganisasi, tapi hampir semua budaya bangsa yang sangat bersolidaritas terhadap sesama, bergotong royong dll.
Boemi rasta berdiri atas kesadaran yang sama dalam melihat paradigma yang berjalan dalam sistem sosial, paradigma yang memihak kepada kepentingan tertentu sebagai komoditi sehingga berdampak seperti kepentingan tersebut. Adalah dipelopori oleh beberapa individu yang peduli dengan perkembangan zaman sekarang dengan beberapa analisa bahwasannya setiap perkembangan pasti menghasilkan beberapa konsekuensi ada yang positif dan ada yang negatif. Boemi rasta membawa makna Sebuah wadah yang menawarkan warna lain dari perkembangan seni masa kini. Yang mana melihat perkembangannya lebih terhegemoni oleh industrialisasi modal-modal dengan meninggalkan esensi dari seni itu sendiri.
Boemi rasta juga berfungsi mengajarkan dan mengajak massa rakyat untuk lebih kreatif dalam menciptakan seni–seni sebagai media mengkampanyekan keadaan yang dialami oleh massa rakyat itu sendiri dan harus mampu menawarkam bentuk lain dari hal tersebut, misalnya mengadakan workshop-workshop kesenian anak jalanan, sekolah lukis/gambar untuk anak-anak jalanan, sekolah-sekolah musik yang murah (bahkan gratis) dan yang lebih variatif dari yang sudah ada. Agar semua anak dan orang dapat belajar seni dan mengerti begitu banyaknya manfaat seni.
Seni dan budaya lahir dari penguasa dan sistem yang berkuasa, dan yang sering kali seni tersebut bukan seperti apa yang ada di masyarakat sesungguhnya (realitas nya), tapi lebih pada siapa yang berkuasa. Dan, kepentingan penguasa atau sistem yang berkuasa tersebut. kami berpendapat bahwa kesenian maupun budaya harus dikembalikan kepada realitas yang ada. Kesenian dan budaya yang berisi dan bermakna dari apa yang ada di masyarakat tersebut. bahwasannya seni merupakan media transformasi ilmu yang paling gampang untuk mendidik masa rakyat kearah pembangunan jati diri yang lebih baik.
Adapun kegiatan (program/pelatihan/workshop/penelitian dll) yang sudah dan akan kami lakukan yang meliputi :
No Program/Aktivitas/Kegiatan Periode Keterangan
1 Worksop seni Lukis Desember 2009 Diacara street art fest 2009.
2 worksop sablon emblem Maret 2010 Stop pembakaran buku.
3 Workshop sablon dwi mingguan Desember 2009 - Sekarang Kerja sama dengan beberapa kuminitas seni di Surabaya.
4 Worsop seni lukis Mey 2010 Peringatan orang hilang
Dari sinilah kami mulai merubah diri bahwa bakat dan kemampuan bisa kami ciptakan dengan kemauan, belajar/tekun, berkarya berkreatifitas dan inilah salah satu cara kami berbagi dengan yang lain.
Jankis Sumbawa
Lahir ditengah-tengah keresahan pengaruh globalisasi yang membuat wajah baru di kehidupan sosial di kota Sumbawa NTB. Dampak dari globalisasi banyak dari kaum pemuda yang awam terhadap budayanya sendiri. Globalisasi menciptakan budayanya sendiri yang serba praktis dan menawarkan teknologi yang malah menghambat kreatifitas anak Sumbawa. Sampai tingkatan pola fikir yang serba praktis. Betul memang perkambangan teknologi menawarkan pola kerja yang serba praktis, dan akses informasi yang begitu cepat.
Jankis lahir sebagai wadah kreatif anak muda Sumbawa, walaupun masih dalam sekup lokal tapi Jankis membuka jaringan dengan kota-kota besar yang ada di negri ini seperti surabaya, bandung, jakarta, jogja, bali ternate. Sebagai wadah budaya lokal wajib bagi kami untuk berkampanye bahwa begitu pentingnya kearifan lokal. Karena karifan lokal merupakan suatu identitas dan sangat penting untuk di lestarikan. Apa yang kami tawarkan sebagi generasi penerus budaya masa lalu adalah sebuah tatanan kehidupan yang menjawab kehidupan masa sekarang yaitu kelestarian kearifan lokal.
Jankis merupakan komunitas pekerja seni di Sumbawa, lahir pada tgl 12 agustus 2007 dan beranggotakan dari berbagai latar belakang pekerjaan dan minat seni. Mahasiswa, Pemuda, Perempuan, dan lain-lain. Dan, sudah beberapa kali membuat dan bekerjasama dalam panitia panggung-panggung seni dan diskusi budaya sebagai alternative alat berkampanye, meski panggung-panggung seni ini lebih banyak dibuat di Sumbawa.

Jankis mengandung sebuah makna bahwasannya kami lahir membagun sebuah wadah keretif bersama, masih konsisten dan percaya bahwa seni lokal memiliki nilai yang sangat tinggi sekali, dalam rangka mewujudkan masyarakat budaya yang adil dan beradab. Sebagai tawaran dan semangat untuk berkarya bersama mewujudkan masyarakat yang peduli dengan sesama. Semangat kami membawa angin segar untuk kemajuan daerah,

Beberapa program yang telah kami laksanakan baik sendiri maupun bekerjasama:
 Kerja sama dengan gerpad (gerakan pemuda demokratik) dalam acara diskusi dan parade budaya bertajuk “Seni dan Menanam”, yang telah diadakan pada Mei 2008.
 Worksop sablon dibeberapa kampung yang ada di pulau sumbawa, acara tersebut di laksanakan pada April s/d Mei 2008.
 Beberapa kali ikut terlibat dan menjadi perangkat (team) creative property di beberapa kali aksi budaya dan aksi-aksi non budaya dengan tema-tema social-ekonomi-budaya-politik. Seperti; aksi peringatan hari Tani, Tolak RUU Pornografi, dll.
 Workshop Cukil kayu tiap 2 minggu sekali di sanggar Jankis dengan mengundang kelompok-kelompok lain atau sendiri.
 Workshop Sablon Kaos tiap 2 minggu sekali. Ini juga kemudian menjadi salah satu badan usaha Jankis dalam bidang pemenuhan kebutuhan ekonomi.

EQUAL (bandung)
Lahir di Bandung pada tanggal 25 Mey 2009, di tengah-tengah kondisi pemuda yang terjebak dalam modernis, lupa akan segala hal yang bersifat lokal. Dampaknya persaingan dan kecumburuan sosial antar pemuda. Kenyataan ini menjadi pemandangan yang kurang baik untuk kedepannya.
Masa depan kaum muda yang tak terencana, terlihat dari kehidupan berorganisasi yang tidak menjadi daya tarik bagi mereka. Organisasi dianggap sebagai media yang tak berguna dan menjadi live service aja. Tapi semangat kami untuk mengembangkan dan berkarya membangkitkan lagi semangat yang ada.
Lahir dengan nama equal yang memiliki makna kesetaraan karena latar belakang anggota komunitas ini di hiasi dengan berbagai kelas. Mahasiswa, prempuan, anak jalanan, dan kaum muda yang masi punya semangat untuk berkarya dan mau berjuang untuk kelestaraian budaya lokal.
Kami juga sering mengadakan berbagai macam acara yang diikuti oleh berbagai kalangan yang kami maknai sebagai media alternatif untuk berkampanye tentang pentingnya membangun semangat muda dalam berkarya.
Lampiran 2: KRITERIA SPONSORSHIP

Adalah Sponsor yang terbagi atas 2 jenis.
1. Sponsor Utama (85%) hingga 25 % yang mendanai keseluruhan pembiayaan kegiatan.
Kompensasi yang diperoleh adalah:
• Pencantuman logo/desain kreatif perusahaan/lembaga di semua (beberapa) materi publikasi, sesuai dengan pembiayaan yang di berikan, ada:
1. Di materi publikasi (pencantuman sesuai dengan berapa % pembiayaan)
2. Di backdrop Acara dan kegiatan pendukung
• Diumumkan di media release
• Diumumkan di social blog
2. DONATUR
Apabila anda bersedia membantu menjadi donator individual, minimal sebesar Rp 500.000, maka nama anda akan kami cantumkan dalam daftar ucapan terima kasih, dan akan kami cantumkan di ucapan terimakasih, di social blog dan melalui surat ucapan terimakasih.

3. KERJASAMA DALAM BENTUK JASA/BARANG
Panitia juga menerima bantuan atau sponsor berupa jasa maupun barang seperti:
1. Peminjaman Alat-alat kelengkapan panggung seni dan workshop, seperti; Panggung/alat musik/sound system/lighting/tenda, dll.
2. Rumah (akomodasi) yang akan dipakai sebagai tempat transit sebelum acara dimulai bagi peserta yang datang lebih awal selama 1 malam.
3. Konsumsi untuk 100 orang X 2 kali makan selama sehari.
4. Peminjaman kamera video dan kamera foto untuk selama acara parade budaya.
5. Peminjaman mobil/kendaraan untuk transportasi panitia selama acara.
6. Lain-lain yang menjadi kebutuhan parade budaya di atas.

Besarnya kompensasi akan dilihat seharga nominal dan disesuaikan dengan tawaran kerjasama yang berlaku.
4. KERJA SAMA MEDIA
Apabila media anda bersedia memberikan space iklan/pengumuman, wawancara, dan liputan kegiatan, maka kompensasi yang diberikan oleh panitia adalah:
1. Pencantuman logo/desain kreatif perusahaan/lembaga di semua materi publikasi dari space bersama yang tersedia sebagai media partner,
 Di Poster, Flyer dan Spanduk.
 Di Back Drop Acara dan kegiatan pendukung (sesuai waktu dan besarnya pemberian)
2. Diumumkan di media release.
3. Diumumkan di social blog yang dibuat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar